EPILEPSI

on Rabu, 27 Juli 2011

Hippocrates adalah orang yang pertama berhasil mengidentifikasi gejala epilepsy sebagai masalah pada otak.
Menurut dr. Mohamad Saekhu, SpBS, dari Departemen Bedah Saraf FKUI-RSCM Jakarta, epilepsi terjadi akibat tidak normalnya aktivitas listrik di otak. Hal ini menyebabkan kejang dan perubahan perilaku dan hilangnya kesadaran. Tanda-tandanya bisa berupa kehilangan kesadaran untuk waktu tertentu, kejang, lidah menjulur, keluar air liur, gemetar atau tiba-tiba black out.
Orang yang hidup dengan epilepsi atau ODE di seluruh dunia berjumlah 50 juta orang dan 1,5 juta di antaranya di Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari seperempatnya atau hampir 400.000 orang tidak bisa lagi diobati. Satu-satunya cara penyembuhan penderita epilepsi adalah bedah syaraf.
Ada dua alat bantu yang biasa digunakan untuk penderita epilepsi,yaitu :

·       MRI (Magnetic resonance imaging) Menggunakan magnet yang sangat        kuat untuk mendapatkan gambaran dalam tubuh/otak seseorang
·       EEG (electroencephalography) alat untuk memeriksa gelombang otak


Ada dua jenis epilepsi yang dikenal, yaitu epilepsi umum, berupa hilangnya kesadaran, kejang seluruh tubuh hingga mengeluarkan air liur berbusa dan napas mengorok, serta terjadi kontraksi otot yang mengakibatkan pasien mendadak jatuh atau melemparkan benda yang tengah dipegangnya.
Selain itu dikenal epilepsi parsial yang ditunjukkan oleh rasa kesemutan atau rasa kenal pada satu tempat yang berlangsung beberapa menit atau jam. Bisa juga, rasa seperti bermimpi, daya ingat terganggu, halusinasi, atau kosong pikiran. Seringkali diikuti mengulang-ulang ucapan, melamun, dan berlari-lari tanpa tujuan.
Epilepsi dapat di sebabkan karna faktor keturunan dan bisa juga karna berbagai penyakit yang mengganggu fungsi otak, seperti : kelainan bentuk otak (congenital), infeksi penyakit yang menyebabkan radang otak, step berulang, gangguan metabolisme.
Penderita epilepsi sebagian besar memang anak-anak, namun epilepsi juga bisa muncul di usia dewasa. Menurut dr.Hanif Tobing, ahli bedah saraf dari FKUI/RSCM, kasus epilepsi pada orang dewasa biasanya terjadi karena infeksi atau trauma di kepala akibat kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan memar otak.
Menurut dr.Saekhu, obat-obatan yang diberikan pada pasien epilepsi tidak langsung menyembuhkan epilepsi, tapi hanya bersifat mengendalikan atau menjarangkan serangan, “Tujuan utama pengobatan epilepsi adalah bebas kejang,” paparnya.
Seorang penyandang epilepsi umumnya memerlukan obat sampai tidak dijumpai lagi serangan dalam jarak waktu tertentu, tergantung dari tipe epilepsi, riwayat epilepsi masa lalu, dan hasil rekaman listrik otak.
Yang perlu diketahui, adalah bahwa epilepsi tidak selalu mengakibatkan kemunduran kecerdasan pada penderita. Anak juga bisa bisa beraktivitas dengan normal seperti anak sehat lainnya asalkan tetap teratur mengonsumsi obat.

..Mari sadari dan selamatkan sejak awal..

-belum ada nama-

on Selasa, 26 Juli 2011
“Udah gue bilang kan..mantan lo itu brengsek!!” Dena makin gusar, “..pokoknya gue gag mau denger lagi ya, lo iseng nyari tau tentang dia..dengan cara apapun..!!”
“gue juga maunya gitu,Den.. gue kan bukan siapa-siapanya lagi, tapi..”
“Lah trus buat apa lagi lo pikirin???!” Dena kesal, “
Arina menghela napas. Rasa sesaknya belum juga hilang dari dua hari yang lalu.
“..emang gampang buat diomongin Den, tapi buat gue..susah..susah banget buat dilakuin..” air matanya pun mulai mengalir lagi, “bodoh banget yah gue..padahal gue tau,semakin gue cari tau tentang dia..semakin gue sakit lagi..”
Dena merangkul kembali pundak sahabatnya itu, “Rin..maafin omongan gue yaa.. gue ngerti apa yang lo rasain..” hanya isak tangis Arina yang terdengar, “lo pasti bisa Rin, cuma butuh waktu..” Arina lo tuh berharga Rin..”
*********

Gyo Adila: Hari pertama.. :)
                       Fanya Annya: makasih yaa ay..mau ke mana lagi kita di hari ke dua?hihi..
                       Gyo Adila: ke mana aja ay..yang penting sama kamu..
                       Fanya Annya: iihhh..gombaaall =P
      
Tess..tesss..air mata Arina mengalir satu persatu setelah membaca status Gyo, mantan pacarnya.
Kenapa gue harus nangis? Kenapa rasanya sakit banget? Sakiiiit banget..
Apa bagusnya sih dia? Selama jadian pun, cuma bisa bikin gue nangis..
Gue benci perasaan ini..!! gue benciiiii harus se-cinta ini sama cowok kaya lo, Gyo..!!
Kenapa sih, susah banget buat ngelupain loo??!! Gue capek, Gyo..
Gue capek terus-terusan nyoba ngelupain lo..!!
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhhh...!!!!!!!!!
..dan sekarang..gue cuma bisa nangis..menangisi kebodohan gue..

(..to be continued..)